Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang BPS: Indeks Harga Naik, Kota Jambi Alami Inflasi 0,05 Persen, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai BPS: Indeks Harga Naik, Kota Jambi Alami Inflasi 0,05 Persen kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan BPS: Indeks Harga Naik, Kota Jambi Alami Inflasi 0,05 Persen mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
| Kepala BPS Jambi, Dadang Hardiwan |
JAMBI, LAMPUNGUPDATE.COM - Pada Oktober 2017, Badan Pusat Statistik (BPS) Jambi mencatat komoditas utama yang memberikan andil besar terhadap terjadinya inflasi Kota Jambi adalah cabai merah, jeruk, bayam, ikan dencis, udang basah, kangkung dan obat dengan resep.
"Bulan Oktober lalu Kota Jambi mengalami inflasi sebesar 0,05 persen, sedangkan di Muara Bungo juga terjadi inflasi sebesar 0,55 persen," kata Kepala BPS Jambi, Dadang Hardiwan, di Jambi, Kamis.
Dadang Hardiwan menjelaskan, untuk laju inflasi tahun kalender pada Oktober lalu, yaitu Kota Jambi sebesar 0,31 persen sedangkan di Kabupaten Bungo, 3,49 persen. Sedangkan untuk laju inflasi tahun ke tahun atau year on year di Kota Jambi pada Oktober 2017 sebesar 1,17 persen, sementara year on year Kota Muara Bungo sebesar 4,03 persen.
Inflasi di Kota Jambi terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada empat kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,18 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,02 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,14 persen dan untuk kesehatan sebesar 0,52 persen.
Untuk inflasi di Kota Muara Bungo terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada enam kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan 1,82 persen, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,42 persen, sandang 0,39 persen dan kesehatan 0,05 persen, pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,01 persen serta kelompok transpor, komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,09 persen.
Dadang mengatakan, dalam pembentukan inflasi Kota Jambi sebesar 0,05 persen, andil terbesar adalah darikelompok bahan makanan sebesar 0,0418 persen, perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya sebesar 0,0326 persen serta kelompok kesehatan sebesar 0,0239 persen.
Sementara andil terbesar inflasi Kota Muara Bungo disumbang oleh Kelompok Bahan Makanan sebesar -0,4402 persen, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau gas sebesar 0,0914 persen, serta kelompok sandang 0,0343 persen.
Sementara itu, komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi di Muara Bungo adalah beras, rokok kretek filter, cabai merah, kentang, dan makanan ringan.
Laju inflasi Kota Jambi tahun kalender 2017 sebesar 0,31 persen. Besarnya laju inflasi year on year pada Oktober 2017 terhadap Oktober 2016 sebesar 1,17 persen. Sedangkan perbandingan inflasi antar kota IHK se-Sumatera menunjukkan bahwa pada Oktober 2017 dari 23 Kota IHK di Sumatera, sebanyak 20 kota mengalami inflasi.
BPS juga mencatat untuk inflasi tertinggi terjadi di Kota Batam sebesar 0,72 persen dan terendah di Kota Jambi sebesar 0,05 persen. Deflasi terbesar terjadi di Kota Bengkulu sebesar -0,12 persen dan terendah di Kota Tanjung Pinang -0,02 persen. Sementara untuk Kota Jambi dan Muara Bungo masing-masing berada pada urutan ke -20 dan ke -2 se-Sumatera. (*)
0 Response to "BPS: Indeks Harga Naik, Kota Jambi Alami Inflasi 0,05 Persen"
Post a Comment